BERITA

Translate

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 14 Agustus 2026

Babinsa Koramil 09/Mutiara, Kodim 0102/Pidie Bantu Petani Membuat Saluran Air, Dukung Produktivitas Pertanian di Pidie

 

Pidie habainfoterkini.net– Dalam rangka mendukung sektor pertanian sekaligus membantu meningkatkan produktivitas lahan sawah masyarakat, Babinsa Koramil 09/Mutiara Kodim 0102/Pidie, Sertu Sudirman, membantu para petani membuat saluran air menuju areal persawahan di Desa Bale Busu, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaan, khususnya para petani yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di daerah. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Sudirman bersama para petani bekerja secara bergotong royong membuat dan menata saluran air yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan sawah. Pembuatan saluran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan dan jalur pengairan agar distribusi air dapat berjalan lebih baik dan menjangkau area persawahan secara optimal.

Menurut Sertu Sudirman, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman padi. Saluran air yang baik akan membantu petani dalam mengatur kebutuhan pengairan, terutama ketika tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan.

“Saluran air ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan pengairan sawah. Dengan adanya saluran yang lebih baik, diharapkan air dapat mengalir dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga pertumbuhan tanaman padi dapat lebih terjaga,” ujar Sertu Sudirman.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah. Menurutnya, pendampingan kepada petani tidak hanya dilakukan pada saat proses penanaman maupun panen, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan pendukung yang dapat membantu kelancaran usaha pertanian masyarakat.

Kegiatan pembuatan saluran air juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Babinsa dengan masyarakat. Melalui kerja bersama di lapangan, Babinsa dapat mengetahui secara langsung kondisi lahan serta berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengelola persawahan.

Para petani Desa Bale Busu menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Dengan semangat gotong royong, pekerjaan yang dilakukan bersama dapat diselesaikan dengan lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Selain membantu pekerjaan fisik, Sertu Sudirman juga mengajak para petani untuk terus menjaga dan merawat saluran air yang telah dibuat. Pemeliharaan secara rutin sangat diperlukan agar saluran tidak mudah tertutup oleh tanah, rumput, maupun material lainnya yang dapat menghambat aliran air menuju persawahan.

Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar pemanfaatan air dilakukan secara bijaksana dan memperhatikan kepentingan bersama. Pengelolaan sumber air yang baik dan koordinasi antarpemilik lahan diharapkan dapat mencegah terjadinya kesulitan pengairan serta memastikan kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi secara merata.

Kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Sinergi antara Babinsa dan petani diharapkan dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, sehingga berbagai permasalahan di lapangan dapat ditangani secara bersama-sama.

Koramil 09/Mutiara Kodim 0102/Pidie akan terus mendorong dan mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat di wilayah binaan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki.

Melalui kegiatan ini, diharapkan saluran air yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan sawah di Desa Bale Busu. Dengan pengairan yang lancar, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pidie.

Babinsa Koramil 15/Tiro Tanamkan Cinta Tanah Air dan Cegah Bullying Sejak Dini

 

Pidie – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air sekaligus membangun karakter generasi muda, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Kopka Rinto Harahap, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama sejumlah siswa sekolah dasar (SD) yang sedang beraktivitas di lapangan, di Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kopka Rinto Harahap mengajak para siswa untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Ia memberikan motivasi agar para pelajar memiliki sikap disiplin, saling menghargai, menjaga persahabatan serta menghormati guru dan orang tua.

Selain itu, Babinsa juga memberikan imbauan agar para siswa tidak melakukan perundungan (bullying) terhadap teman, baik melalui perkataan maupun tindakan.

Menurutnya, setiap siswa harus dapat menjadi teman yang baik dengan saling membantu dan menghargai perbedaan. Jika melihat adanya tindakan bullying, para siswa juga diimbau untuk tidak ikut-ikutan dan segera menyampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.

“Jangan mengejek atau menyakiti teman. Kita harus saling menghargai, saling membantu dan menjaga persahabatan. Kalian adalah generasi penerus bangsa,” pesan Kopka Rinto Harahap kepada para siswa.

Kegiatan Komsos tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka tampak antusias mengikuti arahan Babinsa dan berinteraksi dengan penuh keakraban.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan dan kepedulian dapat tumbuh sejak usia dini, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari bullying.

Gotong Royong TNI dan Warga Semarakkan Gebyar Kampung Merah Putih di Geumpang

Pidie – Antusiasme masyarakat Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, terlihat dalam kegiatan gotong royong bersama TNI membersihkan lingkungan gampong dan kawasan Keude Geumpang, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Gebyar Kampung Merah Putih sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Gotong royong dipusatkan di Desa Bangkeh, Kecamatan Geumpang, dengan sasaran pembersihan meliputi kawasan pelataran Keude Bangkeh, Jembatan Bangkeh, serta badan jalan gampong.

Kegiatan melibatkan personel Koramil 17/Geumpang yang dipimpin Batuud Koramil 17/Geumpang, Serma Said Fadli, bersama anggota Yon TP 857/GG dipimpin Letda Inf Gatot. Turut hadir Imum Mukim Bangkeh Samsuar M. Jamil, S.Sos., Geuchik Desa Bangkeh Saiful Wadhan, Kadus Bangkeh Muda Wali, serta masyarakat Desa Bangkeh.

Dengan penuh semangat, TNI dan masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan. Sampah dan material yang mengganggu kebersihan di sekitar fasilitas umum dan badan jalan dibersihkan secara bersama-sama.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat secara aktif menunjukkan bahwa semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan gampong.

Melalui gotong royong ini, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan Desa Bangkeh semakin bersih, tertata dan semarak dalam menyambut Gebyar Kampung Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Kamis, 13 Agustus 2026

Danrem 011/Lilawangsa Tinjau Sumur Bor, MCK dan Tempat Wudu Hasil TMMD ke-129

 

Pidie — Usai rangkaian upacara penutupan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., didampingi Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., meninjau langsung sejumlah sasaran pembangunan sumur bor, MCK dan tempat wudu yang telah rampung dikerjakan Satgas TMMD, Kamis (13/8/2026).

Peninjauan tersebut berlangsung di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran program TMMD ke-129 di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, serta Desa Blang Cot, Kabupaten Pidie.

Turut dalam peninjauan tersebut Waaster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Mahyar, Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Julfinda, S.T., M.Si., serta Pasi Wanwil Siter Rem 011/LW Mayor Inf Muhammad Indra S.

Sarana air bersih dan sanitasi tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan tempat ibadah, dayah, meunasah, balai pengajian hingga fasilitas pemakaman umum.

Adapun sasaran pembangunan tersebar di beberapa titik, yaitu Kompleks Dayah Balul Ula Al-Munawarah, Desa Lhok Panah; Mushalla Desa Lhok Panah; Meunasah dan Balai Pengajian Muslimah Desa Lhok Panah; Dayah Istiqamatuddin Babul Ma'rif Darul Mukhlisin, Desa Blang Cot; TPU atau pemakaman umum Desa Blang Cot; serta Kompleks Masjid Desa Blang Cot.

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama rombongan melihat langsung kondisi sarana yang telah dibangun dan memastikan fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan sumur bor, MCK dan tempat wudu menjadi salah satu bentuk sasaran fisik TMMD yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas ibadah, pendidikan keagamaan serta kegiatan sosial masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Fasilitas ini kami bangun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi sasaran. Harapannya, sumur bor, MCK dan tempat wudu yang telah selesai dibangun dapat dirawat bersama dan dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Peninjauan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD ke-129 tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur jalan dan rumah layak huni, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat seperti ketersediaan air bersih, sanitasi dan fasilitas pendukung kegiatan keagamaan.

Dengan selesainya berbagai sasaran tersebut, hasil TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat desa.

Lima Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak, Danrem 011/Lilawangsa Tinjau Hasil TMMD ke-129

 

Pidie — Usai rangkaian upacara penutupan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., didampingi Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., meninjau langsung lima unit rumah layak huni yang telah rampung direhabilitasi oleh Satgas TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Turut dalam peninjauan tersebut Waaster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Mahyar, Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Julfinda, S.T., M.Si., serta Pasi Wanwil Siter Rem 011/LW Mayor Inf Muhammad Indra S.

Kelima rumah tersebut merupakan sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-129. Masing-masing rumah milik Nyak Ubit (65), Mulya Nanda, Muhammad Amin (56), Umar Amin (49), dan Rabunmah Amin (62), yang seluruhnya merupakan warga Desa Lhok Panah.

Sebelumnya, kelima rumah tersebut dinilai layak mendapatkan bantuan karena berada dalam kondisi yang membutuhkan perbaikan. Melalui pelaksanaan TMMD, Satgas Kodim 0102/Pidie melakukan rehabilitasi secara bertahap hingga seluruh rumah rampung dan dapat ditempati dalam kondisi yang lebih aman, sehat dan layak.

Dalam peninjauan tersebut, Danrem 011/Lilawangsa bersama Forkopimda Pidie melihat langsung hasil pekerjaan Satgas, mulai dari kondisi bangunan, ruang tempat tinggal hingga berbagai fasilitas pendukung yang telah disiapkan.

Kehadiran pimpinan TNI dan pemerintah daerah di lokasi sasaran menjadi penanda bahwa pembangunan rumah layak huni tidak sekadar menyelesaikan target fisik TMMD, tetapi merupakan upaya nyata menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) TMMD ke 129 Kodimm 0102/Pidie menyampaikan bahwa pembangunan dan rehabilitasi rumah warga merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Harapan kami, rumah yang telah selesai direhabilitasi ini dapat memberikan rasa aman, nyaman dan meningkatkan kualitas kehidupan bagi keluarga penerima manfaat. Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi bagaimana kehadiran TNI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut juga dilengkapi dengan sasaran tambahan berupa kolam ikan lele dan kandang ayam petelur di sejumlah lokasi rumah penerima manfaat. Sasaran tambahan ini diharapkan dapat menjadi sarana usaha produktif sehingga keluarga penerima tidak hanya memiliki hunian yang layak, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Dengan rampungnya lima unit rumah tersebut, TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie meninggalkan hasil pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat Desa Lhok Panah. Hunian yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini berubah menjadi rumah yang lebih layak, sekaligus menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun dari desa.

Danrem 011/Lilawangsa Tinjau Sasaran Tambahan TMMD ke-129, Kolam Lele dan Kandang Ayam Petelur

 

Pidie — Usai memimpin upacara penutupan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama Forkopimda Kabupaten Pidie didampingi Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., meninjau sejumlah sasaran tambahan program TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Turut yang ikut meninjau Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah SH. MH dan Ketua DPRK Kabupaten Pidie DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., Waaster Letkol Kav Mahyar, Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Julfinda, S.T., M.Si., Waster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Mahyar, Pasi Wanwil Siter Rem 011/LW Mayor Inf Muhammad Indra S.,

Peninjauan tersebut menyasar kolam ikan lele dan kandang ayam petelur yang dibangun Satgas TMMD sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya para penerima manfaat rumah layak huni.

Kolam ikan dan kandang ayam petelur tersebut berada di halaman rumah layak huni yang sebelumnya telah direhabilitasi dan dibangun oleh Satgas TMMD ke-129. Kehadiran sasaran tambahan ini diharapkan tidak hanya memberikan hunian yang lebih layak, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk mengembangkan usaha produktif dari lingkungan rumahnya.

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama rombongan melihat langsung kondisi kolam ikan serta kandang ayam petelur yang telah disiapkan, sekaligus meninjau kesiapan sarana pendukung untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menjelaskan bahwa pembangunan sasaran tambahan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam menghadirkan program yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan rumah layak huni tidak berhenti sebatas menyediakan tempat tinggal. Satgas juga berupaya menghadirkan sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga.

“Harapannya, rumah yang telah dibangun ini tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi titik awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif melalui kolam ikan dan kandang ayam petelur yang telah disiapkan,” ujarnya.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian akhir pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang secara resmi telah ditutup. Berbagai sasaran fisik dan nonfisik yang dikerjakan selama program berlangsung diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Melalui program TMMD, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa pembangunan dari desa bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan manfaat yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Bersama Bupati Tanda Tangani Naskah Serah Terima, Seluruh Sasaran Rampung 100 Persen

Pidie — Penandatanganan naskah serah terima hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian program TMMD, baik sasaran fisik maupun nonfisik, yang telah rampung dikerjakan dan selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk dimanfaatkan serta dipelihara bersama oleh masyarakat.

Momen tersebut berlangsung dalam upacara penutupan TMMD ke-129 di Lapangan Bola Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Penandatanganan naskah serah terima dilakukan oleh Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, bersama Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.Sos. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi mengatakan, seluruh sasaran yang telah ditetapkan dalam program TMMD ke-129 berhasil diselesaikan sesuai target.

“Seluruh sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-129 telah selesai 100 persen. Apa yang telah kami bangun merupakan hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga bersama,” ujarnya.

Adapun sasaran fisik yang telah direalisasikan meliputi pelebaran dan pengerasan jalan pertanian sepanjang 2.200 meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan lima titik sumur bor dan MCK.

Selain sasaran utama tersebut, Satgas TMMD juga melaksanakan sejumlah sasaran tambahan yang diarahkan untuk mendukung kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat. Di antaranya penanaman jagung di lahan pertanian, penanaman pohon keras produktif, serta penyediaan kolam ikan lele, kandang ayam petelur dan polybag sayuran bagi penerima manfaat di lokasi rehabilitasi RTLH.

Sementara sasaran nonfisik meliputi penyuluhan pertanian, sosialisasi bahaya narkoba, serta kegiatan wawasan kebangsaan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari TMMD karena pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan pengetahuan, kesadaran dan ketahanan sosial masyarakat.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0102/Pidie, yang telah melaksanakan TMMD ke-129 dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-129 ini. Manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani dan warga kurang mampu di Desa Lhok Panah,” kata Sarjani.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak terlepas dari sinergi yang selama ini terbangun antara Kodim 0102/Pidie dan Pemerintah Kabupaten Pidie dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Ia berharap hasil pembangunan yang telah diserahkan tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga apa yang telah dibangun. Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti TMMD ini kembali hadir di Kabupaten Pidie, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program pembangunan dan pemberdayaan seperti ini,” harapnya.

Dengan ditandatanganinya naskah serah terima tersebut, pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie resmi dituntaskan. Namun, semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan terus berlanjut, menjadikan hasil pembangunan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi modal bagi masyarakat untuk tumbuh, mandiri dan meningkatkan kesejahteraan.

TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Resmi Ditutup, Sinergi TNI dan Rakyat Dorong Kemandirian Desa

Pidie — Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup ditandai dengan upacara yang dipimpin oleh Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran selaku Inspektur Upacara, bertempat di Lapangan bola kaki desa Lhok Panah, kecamatan Sakti, kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program yang berlangsung selama 30 hari menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi TNI, pemerintah daerah, berbagai instansi serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan.

Dalam upacara penutupan, juga dilaksanakan penandatanganan naskah serah terima hasil pelaksanaan TMMD ke-129 antara Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., dengan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Brigjen TNI Ali Imran selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) TMMD ke 129 di wilayah Korem 011/Lilawangsa Kodam Iskandar Muda.

Upacara turut dihadiri oleh unsur pejabat utama kabupaten Pidie dan para tokoh penting, diantaranya,Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., Waaster Letkol Kav Mahyar, Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Julfinda, S.T., M.Si., Waster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Mahyar,Pasi Wanwil Siter Rem 011/LW Mayor Inf Muhammad Indra S., unsur Forkopimcam Kecamatan Sakti, para Danramil jajaran Kodim 0102/Pidie, Ketua Persit KCK Koorcab 011/LW Ny. Dini Ali Imran, Ketua Persit KCK Cabang XIX Dim 0102 Pidie Ny. Ratih Abdul Hadi, Ketua DWP Kabupaten Pidie Ny. Hj. Rohana Sarjani, para tokoh masyarakat serta warga Desa Lhok Panah.
Pasukan upacara terdiri atas personel Kodim 0102/Pidie, TNI AL, Yonif TP 857/GG, Polres Pidie, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Satpol PP, PPL Pertanian, Linmas dan masyarakat.

Dalam amanat Pangdam Iskandar Muda yang dibacakan Inspektur upacara Brigjen TNI Ali Imran. ,megaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral dengan melibatkan kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, lembaga nonpemerintah, Polri serta seluruh komponen bangsa bersama masyarakat.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai salah satu kekuatan utama dalam pertahanan negara.

“Pada hakikatnya, kegiatan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih mendasar, yaitu menumbuhkan cinta tanah air, semangat bela negara serta memperkuat wawasan kebangsaan guna meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat,” demikian amanat Pangdam Iskandar Muda.

Menurutnya, berbagai kegiatan nonfisik yang dilaksanakan selama TMMD menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan kesadaran masyarakat, sementara sasaran fisik menjadi bentuk nyata sinergi TNI dan rakyat dalam menjawab kebutuhan dasar di wilayah pedesaan.

TMMD ke-129 juga diarahkan untuk menjawab tantangan yang lebih luas, khususnya terkait ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian dalam TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie adalah menghubungkan pembangunan rumah dengan penguatan ekonomi keluarga.

Pada sejumlah sasaran rumah tidak layak huni (RTLH), masyarakat tidak hanya mendapatkan hunian yang lebih layak, tetapi juga dibekali sarana pendukung berupa ayam petelur, budidaya ikan lele serta polybag tanaman produktif.

Konsep tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Halaman rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi sumber pangan dan pendapatan keluarga.

Dalam amanatnya, Pangdam Iskandar Muda berharap pola tersebut dapat terus dikembangkan oleh masyarakat melalui semangat gotong royong.

“Bekerja sama dan sama-sama bekerja,” menjadi semangat yang diharapkan mampu mengubah pola kehidupan masyarakat, dari sekadar bekerja untuk memenuhi kebutuhan hari ini menjadi membangun masa depan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya bangunan atau panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memanfaatkan hasil pembangunan untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka secara berkelanjutan.

Selain sasaran pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie.

Pembangunan dan peningkatan akses jalan diarahkan untuk membuka serta memperlancar mobilitas masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Akses yang lebih baik diharapkan dapat memangkas hambatan mobilitas hasil pertanian, mempermudah masyarakat menuju kekebun, serta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

“Pembangunan ini bukan semata-mata untuk meningkatkan angka indeks pembangunan daerah, tetapi lebih jauh bertujuan memperkokoh kemandirian ekonomi rakyat agar bangsa yang besar ini tidak terus bergantung kepada bangsa lain,” demikian amanat Pangdam Iskandar Muda.

Dengan demikian, pembangunan fisik TMMD ditempatkan sebagai fondasi untuk membuka akses dan peluang, sementara keberlanjutan manfaatnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga, merawat serta memanfaatkan hasil pembangunan tersebut.

Penutupan TMMD ke-129 di Desa Lhok Panah, Kabupaten Pidie, juga menjadi bagian dari penutupan program TMMD ke-129 yang dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah jajaran Kodam Iskandar Muda, yakni Kodim 0102/Pidie, Kodim 0107/Aceh Selatan dan Kodim 0114/Aceh Jaya.

Berakhirnya program bukan berarti berakhirnya semangat pembangunan. Justru, hasil TMMD diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai program pemberdayaan yang telah dirintis selama kegiatan berlangsung.

Brigjen TNI Ali Imran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD ke-129, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia juga berpesan kepada personel Satgas TMMD dan masyarakat agar terus menjaga kebersamaan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Terus jaga kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat guna mengembangkan potensi daerah masing-masing menjadi lebih maju dan sejahtera,dan berpesan kepada warga agar sama sama menjaga apa yang telah di bangun agar pemanfaatannya lebih lama” pesannya.

Usai upacara, Brigjen TNI Ali Imran bersama Forkopimda Kabupaten Pidie menyerahkan sejumlah sarana kontak dan sembako kepada masyarakat Desa Lhok Panah sebagai bentuk kepedulian dan penguatan hubungan antara TNI dengan masyarakat, antara lain sajadah, Al-Qur'an dan peralatan olah raga. 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung berbagai sasaran fisik TMMD yang telah diselesaikan selama pelaksanaan program. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai tujuan awal program.

Bagi masyarakat Desa Lhok Panah dan wilayah sasaran lainnya, berakhirnya TMMD bukan sekadar seremoni penutupan. Yang ditinggalkan adalah jalan yang lebih baik, hunian yang lebih layak, sarana pendukung kehidupan serta semangat gotong royong yang diharapkan terus hidup setelah personel Satgas kembali ke satuannya.

Sebab, esensi TMMD bukan hanya apa yang dibangun selama satu bulan, tetapi apa yang mampu dilanjutkan masyarakat setelah satu bulan itu berakhir.

Lima Rumah Layak Huni Diserahkan Kunci, TMMD ke-129 Wujudkan Harapan Warga Pidie

Pidie – Harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud. Lima rumah warga yang menjadi sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie telah rampung direhabilitasi dan secara resmi diserahkan kepada penerima manfaat.

Penyerahan ditandai dengan pemberian kunci rumah oleh Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, usai Upacara Penutupan TMMD ke-129, yang berlangsung di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).

Lima rumah yang telah selesai direhabilitasi tersebut masing-masing milik Nyak Ubit (65), Umar Amin (49), Mulya Nanda (42), Muhammad Amin (56), dan Rabunmah (62).

Penyerahan kunci tersebut menjadi salah satu bukti nyata pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan hunian yang lebih layak, aman dan nyaman.

Bagi para penerima manfaat, rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang memberikan harapan baru bagi keluarga.

Program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang dilaksanakan melalui semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD, pemerintah daerah dan masyarakat.

Momentum penyerahan kunci juga menjadi simbol bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan warga di wilayah pedesaan.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0102/Pidie menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat, membangun dari desa serta membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga.

Lima kunci yang diserahkan hari ini bukan sekadar simbol selesainya pembangunan rumah, tetapi menjadi tanda dimulainya kehidupan baru bagi lima keluarga penerima manfaat.

Rabu, 12 Agustus 2026

Jelang Penutupan TMMD ke-129, Satgas dan Warga Matangkan Persiapan Upacara

 

Pidie – Menjelang berakhirnya pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie bersama masyarakat setempat mematangkan berbagai persiapan upacara penutupan yang akan digelar di Lapangan Bola Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (12/8/2026).

Sejumlah personel Satgas TMMD disibukkan dengan penataan dan persiapan lokasi upacara. Berbagai sarana pendukung dimatangkan guna memastikan pelaksanaan Upacara Penutupan TMMD ke-129 berlangsung khidmat, tertib dan lancar.

Pantauan di lokasi menunjukkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong melakukan pembersihan area lapangan, mendirikan panggung utama dan tenda tamu, memasang umbul-umbul, serta melaksanakan gladi teknis untuk memastikan seluruh rangkaian tata urutan upacara berjalan sesuai rencana.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi S.Sos., selaku Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, mengatakan seluruh persiapan upacara penutupan telah memasuki tahap akhir dan seluruh sarana pendukung dipastikan siap digunakan.

"Selain menyelesaikan finishing sasaran fisik, hari ini kami juga memfokuskan kegiatan pada pematangan lokasi upacara dan pelaksanaan gladi penutupan di Lapangan Bola Desa Lhok Panah. Seluruh sarana pendukung telah kami siapkan secara maksimal untuk menyambut Danrem 011/Lilawangsa selaku Inspektur Upacara beserta rombongan Forkopimda dan tokoh masyarakat pada esok hari," ujar Dandim.

Menurutnya, upacara penutupan tersebut menjadi momentum penting sekaligus puncak dari seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 yang selama ini memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

"Upacara penutupan tidak hanya menandai berakhirnya pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-129, tetapi juga menjadi momentum penyerahan secara resmi hasil pembangunan kepada masyarakat, khususnya di Desa Lhok Panah dan Desa Blang Cot. Harapannya, seluruh hasil pembangunan dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat yang sejak awal telah terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong dan kebersamaan antara prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

Hingga Rabu siang, seluruh rangkaian persiapan penutupan berjalan aman, tertib dan kondusif. Kekompakan personel Satgas TMMD bersama warga menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie dapat berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.

H-1 Penutupan TMMD ke-129, Satgas Power Full Finishing Lima MCK

 

Pidie – Sehari menjelang Upacara Penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 Kodim 0102/Pidie, personel Satgas TMMD terus bekerja maksimal menyelesaikan sejumlah sasaran fisik yang memasuki tahap akhir atau finishing.

Salah satunya adalah penyelesaian lima unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang telah rampung dibangun dan kini memasuki tahap pengecatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (12/8/2026).

Meski pelaksanaan TMMD tinggal menyisakan satu hari sebelum upacara penutupan, semangat personel Satgas tidak mengendur. Prajurit terus berpacu dengan waktu memastikan setiap detail pembangunan selesai dengan baik dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pantauan di lokasi, sejumlah personel Satgas terlihat melakukan pengecatan pada bagian dinding MCK sekaligus merapikan sejumlah bagian bangunan yang membutuhkan sentuhan akhir. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bergotong royong dan penuh semangat.

Koordinator Lapangan Sasaran Sumur Bor dan MCK TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Putut Arianto, menegaskan bahwa seluruh personel terus bekerja maksimal hingga seluruh sasaran benar-benar siap diserahkan kepada masyarakat.

"Walaupun hari ini sudah H-1 penutupan, semangat personel tidak boleh kendor. Kita terus mengejar finishing setiap sasaran, termasuk lima unit MCK yang saat ini dilakukan pengecatan dan penyempurnaan. Kita ingin saat diserahkan nanti seluruh bangunan benar-benar dalam kondisi siap digunakan oleh masyarakat," tegas Kapten Czi Putut Arianto.

Ia mengatakan, pekerjaan finishing menjadi bagian penting karena kualitas pembangunan tidak hanya dilihat dari selesainya bangunan utama, tetapi juga dari kerapian dan kesiapan fasilitas sebelum dimanfaatkan masyarakat.

"Kami pastikan pekerjaan dilakukan sebaik mungkin. Setiap bagian kita cek kembali, mulai dari kondisi bangunan, pengecatan hingga fasilitas pendukungnya. Targetnya, seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Pembangunan lima unit MCK tersebut merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak dan sehat.

Semangat personel Satgas yang tetap bekerja penuh hingga H-1 penutupan menjadi gambaran nyata komitmen TNI dalam menuntaskan setiap sasaran TMMD. Bagi Satgas, tidak ada istilah berhenti sebelum seluruh pekerjaan benar-benar selesai dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Satgas TMMD ke-129 Tebar Lele dan Isi Kandang Ayam Petelur di Lima Lokasi RTLH

 

Pidie – Menjelang penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie menebar bibit ikan lele dan mengisi kandang ayam petelur yang telah selesai dibangun di lima lokasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah rampung direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (12/8/2026).

Pengisian kolam dan kandang tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir pembangunan sasaran fisik TMMD ke-129. Tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak dan nyaman, Satgas juga melengkapi hunian penerima manfaat dengan fasilitas pendukung yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai usaha produktif keluarga.

Di lokasi, personel Satgas TMMD secara langsung memasukkan bibit ikan lele ke dalam kolam yang telah disiapkan serta mengisi kandang dengan ayam petelur. Seluruh fasilitas di lima lokasi RTLH kini telah terisi dan siap dimanfaatkan oleh masing-masing penerima manfaat.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Kapten Inf Dwi Santosa, mengatakan pengisian kolam dan kandang tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat penerima program rehabilitasi RTLH.

"Hari ini seluruh kolam ikan lele dan kandang ayam petelur yang telah kita bangun di lima rumah penerima manfaat sudah diisi. Kita ingin hasil TMMD ini tidak berhenti pada pembangunan rumah saja, tetapi juga memberikan fasilitas yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat untuk mendukung kebutuhan serta perekonomian keluarga," ujar Kapten Inf Dwi Santosa.

Menurutnya, pemberian bibit ikan lele dan ayam petelur tersebut juga menjadi langkah awal agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan dikelola secara mandiri oleh penerima manfaat.

"Harapan kami, setelah diserahkan kepada masyarakat, kolam dan kandang ini dapat dirawat dengan baik, dikembangkan dan menjadi sumber tambahan bagi perekonomian keluarga. Apa yang dibangun melalui TMMD harus memberikan manfaat dalam jangka panjang," tambahnya.

Seluruh fasilitas tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat bersamaan dengan penyerahan kunci rumah pada Upacara Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Kamis (13/8/2026).

Lima rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni kini telah selesai direhabilitasi dan dilengkapi fasilitas pendukung berupa kolam ikan lele serta kandang ayam petelur. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian keluarga sekaligus meningkatkan nilai manfaat dari program rehabilitasi rumah.

Pengisian ikan lele dan ayam petelur ini menjadi rangkaian akhir sebelum hasil pembangunan TMMD ke-129 secara resmi diserahkan kepada masyarakat. Bagi Satgas TMMD, pembangunan bukan sekadar menyelesaikan fisik bangunan, tetapi memastikan hasilnya dapat langsung dimanfaatkan dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Selasa, 11 Agustus 2026

Kebut Progres Jelang Penutupan, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tuntaskan Pembangunan MCK TPU  Lhok Panah

 

Pidie – Berpacu dengan waktu menjelang penutupan TMMD ke-129, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie terus mengebut penyelesaian seluruh sasaran fisik. Salah satunya pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan MCK tersebut kini telah memasuki tahap finishing. Personel Satgas melakukan pengecatan pada dinding konstruksi bangunan setelah seluruh bagian utama bangunan berhasil dirampungkan.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian agar fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang beraktivitas di sekitar komplek TPU.

Koordinator Lapangan Satgas TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, mengungkapkan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan untuk memastikan seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan menjelang penutupan TMMD.

“Menjelang penutupan TMMD, seluruh personel terus bekerja maksimal untuk menuntaskan setiap sasaran yang telah ditentukan. Saat ini pembangunan MCK di komplek TPU Lhok Panah sudah memasuki tahap finishing, yaitu pengecatan dinding bangunan,” ungkap Kapten Czi Putut Arianto.

Ia menambahkan, meskipun pekerjaan telah memasuki tahap akhir, personel Satgas tetap memperhatikan kualitas pengerjaan sehingga fasilitas tersebut nantinya benar-benar layak dan nyaman digunakan.

“Harapan kami, setelah selesai nanti MCK ini dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar TPU,” pungkasnya.

Penyelesaian MCK ini menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie untuk menghadirkan fasilitas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh sasaran program dapat dirampungkan sesuai target.

Nyak Ubit Terharu: Terima Kasih Bapak TNI, Bantuan Ini Sangat Berarti bagi Keluarga Kami. 

 

Pidie – Menjelang penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie terus mengebut penyelesaian seluruh sasaran fisik maupun sasaran tambahan. Salah satunya merampungkan pembangunan kandang ayam petelur dan kolam ikan lele di halaman rumah Nyak Ubit, warga Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan kandang ayam petelur dan kolam lele tersebut merupakan bagian dari sasaran tambahan yang diberikan kepada penerima manfaat rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperbaiki tempat tinggal, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk mengembangkan usaha produktif secara mandiri.

Semakin dekatnya waktu penutupan TMMD ke-129 membuat personel Satgas terus bekerja keras menyelesaikan setiap sasaran. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, pekerjaan dilakukan hingga tahap akhir agar seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Nyak Ubit, penerima manfaat rehab RTLH, mengaku sangat mengapresiasi perhatian dan kerja keras personel Satgas TMMD. Ia mengaku tidak sabar untuk mulai memelihara ayam petelur dan ikan lele di fasilitas yang telah dibangun di halaman rumahnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Semua ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami ke depan. Saya juga sudah tidak sabar ingin memelihara ayam dan ikan lele di tempat yang sudah dibangun,” ujar Nyak Ubit.

Dengan mata pencaharian yang dapat dikembangkan dari halaman rumah sendiri, Nyak Ubit berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi keluarganya untuk meningkatkan perekonomian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih bapak TNI semuanya. Hanya Tuhan yang dapat membalas kebaikan bapak-bapak semua. Bantuan ini sangat berarti dan akan sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ucapnya penuh haru.

Melalui sasaran tambahan tersebut, TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga berupaya membangun kemandirian dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Senin, 10 Agustus 2026

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tuntaskan Pembangunan Tempat Wudhu, Kini Siap Dimanfaatkan Santri dan Jamaah

 

Pidie – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie menuntaskan pengerjaan fisik pembangunan tempat wudhu di Komplek Dayah Balul Ula Al-Munawarah, Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Selasa (11/8/2026).

Memasuki tahap akhir, personel Satgas melakukan pekerjaan finishing berupa pengecatan. Dengan selesainya seluruh tahapan pekerjaan, fasilitas tempat wudhu tersebut kini sudah dapat dimanfaatkan oleh para santri maupun jamaah yang melaksanakan ibadah di lingkungan dayah.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang diarahkan untuk membantu meningkatkan sarana dan prasarana masyarakat, khususnya fasilitas pendukung kegiatan keagamaan.

Pimpinan Dayah Balul Ula Al-Munawarah, Tgk. Burhan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Satgas TMMD yang telah bekerja dengan penuh semangat dan tidak mengenal lelah hingga pembangunan tempat wudhu tersebut dapat diselesaikan.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Satgas TMMD yang telah bekerja keras. Tempat wudhu ini sangat membantu para santri dan jamaah, dan sekarang sudah bisa digunakan untuk menunjang kegiatan ibadah,” ujar Tgk. Burhan.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Bagi Satgas TMMD, selesainya pembangunan tempat wudhu bukan sekadar menuntaskan sebuah sasaran fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Tengah Cuaca Panas dan Ancaman Karhutla, Kodim 0102/Pidie Gelar Salat Istisqa, Memohon Turunnya Hujan

  Pidie — Di tengah kondisi cuaca yang panas dan kekhawatiran terhadap meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), personel ...