BERITA

Translate

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Agustus 2026

Penuh Semangat, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Bongkar Rumah Nyak Ubit untuk Dibangun Kembali

 

Pidie – Dengan penuh semangat dan kebersamaan, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0102/Pidie mulai membongkar rumah tidak layak huni (RTLH) milik Nyak Ubit (65) di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (16/7/2026).

Pembongkaran tersebut merupakan tahap awal rehabilitasi rumah yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129. Rumah yang selama ini ditempati Nyak Ubit akan dibangun kembali menjadi hunian yang lebih kokoh, layak, dan nyaman.

Koordinator Lapangan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie, Lettu Inf Samsul Bahri, mengatakan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Rumah ini kami bongkar karena kondisinya sudah tidak layak huni dan akan dibangun kembali menjadi rumah yang lebih aman serta nyaman untuk ditempati. Kami berupaya menyelesaikan seluruh sasaran RTLH tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh warga penerima," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bergotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan tersebut menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan desa.

Sementara itu, Nyak Ubit mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan melalui program TMMD.

"Saya tidak menyangka rumah saya akan dibangun kembali. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah peduli. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Melalui program TMMD Ke-129, Kodim 0102/Pidie tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat untuk menikmati kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.

Optimistis Sukseskan TMMD Ke-129, TNI dan Warga Satukan Tekad Siapkan Pembukaan Program Harapan Petani di Pidie

 

Pidie – Optimisme menyukseskan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Reguler Kodim 0102/Pidie terus ditunjukkan melalui aksi nyata. Personel Kodim 0102/Pidie bersama masyarakat menggelar karya bakti membersihkan lapangan upacara pembukaan TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (11/07/2026).

Semangat kebersamaan yang terpancar dari personel TNI dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya tekad untuk menyukseskan program lintas sektoral tersebut. Bagi warga, khususnya para petani, TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan, melainkan harapan besar terhadap hadirnya infrastruktur yang lebih baik guna mendukung aktivitas pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam karya bakti tersebut, personel TNI bersama warga bergotong royong membersihkan rumput, merapikan lapangan, dan menata lingkungan agar siap digunakan sebagai lokasi upacara pembukaan TMMD. Keterlibatan masyarakat sejak tahap persiapan menjadi bukti bahwa TMMD merupakan program yang mendapat dukungan luas karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

Danramil 12/Sakti, Kapten Inf Dwi Santosa, mengatakan seluruh jajaran Kodim 0102/Pidie optimistis pelaksanaan TMMD Ke-129 akan berjalan sukses berkat sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Kami optimistis TMMD Ke-129 dapat terlaksana dengan sukses karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Semangat gotong royong yang telah terbangun sejak tahap persiapan menjadi modal utama untuk menyelesaikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mendambakan pembangunan infrastruktur yang lebih baik," ujar Kapten Inf Dwi Santosa.

Ia menambahkan, TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja bersama, kepedulian sosial, dan semangat membangun desa.

Dengan optimisme dan kerja sama yang terus terjaga, Kodim 0102/Pidie berharap TMMD Ke-129 menjadi momentum percepatan pembangun desa.

Pra-TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie di mulai Satgas dan Warga Distribusi Material ke Lokasi Sasaran

 

Pidie – Menjelang pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 pada 15 Juli mendatang, Kodim 0102/Pidie mulai menggenjot berbagai persiapan di lapangan. Salah satu fokus utama adalah mempercepat distribusi material pembangunan ke seluruh titik sasaran fisik TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (8/7/2026).

Sejak pagi, personel TNI bersama masyarakat bergotong royong mengangkut material menuju lokasi pekerjaan. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari tahapan Pra-TMMD yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan pembangunan telah tersedia sebelum program resmi dibuka. Langkah ini dinilai penting agar proses pembangunan dapat langsung berjalan tanpa hambatan sejak hari pertama pelaksanaan.

Komandan Kodim 0102/Pidie melalui Danramil 12/Sakti Kpten Inf Dwi Santosa, , menegaskan bahwa kesiapan pada tahap Pra-TMMD menjadi faktor penentu keberhasilan program.

"Pra-TMMD bukan sekadar tahapan awal, tetapi fondasi utama keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, kami memastikan distribusi material, pembangunan posko utama, hingga seluruh sarana pendukung dapat diselesaikan sebelum pembukaan TMMD," ujarnya.

Selain mendistribusikan material, personel Kodim 0102/Pidie bersama warga juga mendirikan posko utama TMMD serta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang akan menjadi pusat koordinasi selama pelaksanaan program berlangsung.

Menurut Danramil 12/Sakti, keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap persiapan menjadi bukti kuat bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tetap terjaga. Sinergi tersebut tidak hanya mempercepat pekerjaan di lapangan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang akan dinikmati bersama.

Program TMMD merupakan bentuk bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui kegiatan fisik maupun nonfisik, TMMD ke- 129 tahun 2026 di wilayah Teritorial Kodim 0102Pidie diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat ketahanan wilayah, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dengan seluruh persiapan yang terus dipacu, Kodim 0102/Pidie optimistis pembukaan TMMD ke-129 pada 15 Juli 2026 dapat berlangsung sesuai jadwal, sementara seluruh sasaran program dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang optimal melalui semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Pra TMMD ke-129, Satgas Kodim 0102/Pidie Optimalkan Droping Material untuk Sasaran 5 Unit RTLH

 

Pidie – Memasuki tahapan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0102/Pidie terus mengoptimalkan pendistribusian material bangunan ke lokasi sasaran fisik pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (08/07/2026).

Kegiatan droping material dilakukan secara bertahap sebagai langkah percepatan pelaksanaan program TMMD. Seluruh kebutuhan konstruksi didorong agar lebih awal tersedia di lokasi sehingga proses pembangunan lima unit RTLH dapat langsung dikerjakan saat pelaksanaan TMMD dimulai.

Komandan Kodim 0102/Pidie selaku Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa optimalisasi distribusi material merupakan bagian penting dari tahapan Pra TMMD guna memastikan seluruh sasaran fisik dapat berjalan sesuai rencana.

"Pada tahap Pra TMMD ini, kami memaksimalkan seluruh persiapan, salah satunya dengan mengoptimalkan droping material ke sasaran fisik pembangunan lima unit RTLH. Dengan kesiapan material sejak awal, diharapkan proses pengerjaan nantinya dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan selesai tepat waktu," ujarnya.

Material yang didistribusikan meliputi pasir, batu, semen, kayu konstruksi, papan, tripleks, serta berbagai kebutuhan bangunan lainnya. Seluruh material diangkut secara bertahap menuju titik sasaran untuk memastikan ketersediaannya sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembangunan lima unit RTLH merupakan salah satu sasaran fisik prioritas dalam Program TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie. Melalui tahapan Pra TMMD yang dimatangkan sejak dini, diharapkan seluruh pekerjaan fisik dapat terlaksana secara optimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima manfaat di Desa Lhok Panah.

Pra TMMD ke-129, Satgas Kodim 0102/Pidie Kebut Perakitan Mesin Bor di Lokasi Sasaran Sumur Bor

 

Pidie – Memasuki tahapan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0102/Pidie terus mempercepat berbagai persiapan di lapangan. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah perakitan mesin pengeboran di lokasi sasaran pembangunan sumur bor di Komplek Dayah Istiqamatuddin, Desa Blang Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (08/07/2026).

Perakitan mesin dilakukan sebagai tahapan krusial sebelum dimulainya proses pengeboran. Seluruh komponen alat disusun dan diuji secara cermat guna memastikan mesin siap beroperasi sehingga pekerjaan pengeboran dapat segera dilaksanakan tanpa kendala teknis.

Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Koordinator Lapangan, Kapten Inf Samsul Bahri, mengatakan bahwa percepatan perakitan mesin merupakan bagian dari strategi Satgas untuk mengoptimalkan pelaksanaan sasaran fisik sejak tahap Pra TMMD.

 "Perakitan mesin bor kami lakukan lebih awal agar proses pengeboran dapat segera dimulai. Kesiapan peralatan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pengerjaan sasaran fisik, sehingga target pembangunan sumur bor dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan," jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan sumur bor merupakan salah satu sasaran fisik prioritas TMMD ke-129 yang diharapkan mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan air bersih bagi Dayah Istiqamatuddin dan masyarakat Desa Blang Cot.

Melalui optimalisasi tahapan Pra TMMD, Satgas Kodim 0102/Pidie terus memastikan setiap sasaran fisik dipersiapkan secara maksimal. Dengan selesainya perakitan mesin pengeboran, proses penggalian sumur bor diharapkan dapat segera dimulai dan menjadi langkah awal menghadirkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Jelang Pembukaan TMMD ke-129, Dandim 0102/Pidie Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Kecamatan Sakti

 

PIDIE – Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., meninjau langsung lokasi sasaran program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Selasa (30/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan TMMD ke-129 guna memastikan kesiapan seluruh sasaran fisik dan nonfisik yang akan dikerjakan di wilayah Kecamatan Sakti.

Dalam kegiatan itu, Dandim didampingi Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0102/Pidie Kapten Inf A. Rinjani E., Danramil 12/Sakti Kapten Inf Dwi Santosa, Babinsa Desa Lhok Panah Serka T. Efendi, serta Keuchik Desa Lhok Panah Usman Yacop.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi mengatakan, peninjauan lapangan merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan TMMD dimulai. Hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah titik pekerjaan, kondisi medan, serta kesiapan lokasi agar seluruh program dapat berjalan sesuai perencanaan.

"Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh sasaran TMMD benar-benar siap untuk dikerjakan. Kami ingin seluruh titik pembangunan telah terverifikasi sehingga pelaksanaannya nanti berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Abdul Hadi.

Ia menjelaskan, Program TMMD ke-129 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0102/Pidie dijadwalkan dibuka pada 15 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Adapun sasaran fisik yang akan dikerjakan meliputi pembangunan dan pengerasan jalan usaha tani sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar empat meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima titik sumur bor, lima unit MCK, serta pembangunan satu unit jembatan.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga akan menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, seperti wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pedesaan.

Menurut Dandim, program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, terutama daerah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.

"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Infrastruktur yang dibangun nantinya diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat, mendukung aktivitas pertanian, meningkatkan roda perekonomian desa, serta pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sakti," tutup Letkol Inf Abdul Hadi.

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Mulai Gali Sumur Bor, Prioritaskan Kebutuhan Air Bersih Warga

 

Pidie – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0102/Pidie mulai melaksanakan penggalian sumur bor sebagai salah satu sasaran fisik yang diprioritaskan dalam program TMMD. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di Komplek Dayah Istiqamatuddin, Desa Blang Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat bagi para santri, pengurus dayah, dan warga sekitar, terutama saat menghadapi musim kemarau.

Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Koordinator Lapangan, Kapten Inf Samsul Bahri, mengatakan bahwa pembangunan sumur bor menjadi salah satu sasaran fisik yang diprioritaskan karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

"Program sumur bor ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang diprioritaskan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih. Kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Blang Cot, khususnya di lingkungan Dayah Istiqamatuddin," ujar Kapten Inf Samsul Bahri.

Ia menambahkan, seluruh sasaran fisik TMMD dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah.

Sementara itu, masyarakat menyambut baik dimulainya pekerjaan sumur bor tersebut. Mereka berharap fasilitas air bersih yang dibangun melalui program TMMD dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung aktivitas belajar mengajar di lingkungan dayah.

Melalui Program TMMD Ke-129, Kodim 0102/Pidie tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana yang benar-benar dibutuhkan. Pembangunan sumur bor ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih di Desa Blang Cot.

Rampung 100 Persen, Tempat Wuduk Hasil Karya Satgas TMMD ke-129 Siap Digunakan Warga Blang Cot

 

Pidie – Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie kembali menuntaskan salah satu sasaran fisik pendukung aktivitas masyarakat. Pembangunan tempat wuduk di Komplek Meunasah Desa Blang Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, kini telah rampung 100 persen dan siap digunakan masyarakat, Senin (10/8/2026).

Pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat secara gotong royong. Setelah melalui sejumlah tahapan pekerjaan, tempat wuduk kini telah dilengkapi saluran air serta pengecatan, sehingga secara fisik maupun fungsi telah siap dimanfaatkan.

Air telah mengalir dan seluruh bagian bangunan telah diselesaikan, menandai tercapainya salah satu sasaran tambahan yang secara langsung menunjang kebutuhan masyarakat di lingkungan meunasah.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan penyelesaian tempat wuduk tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas menghadirkan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Tempat wuduk ini sudah rampung dan air juga sudah mengalir dan telah dicat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan di Komplek Meunasah,” ujar Kapten Czi Putut Arianto.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Semangat gotong royong antara Satgas dan warga tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Pimpinan Dayah Babul Ma'rif Darul Mukhlisin, Tgk. Abdullah, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Satgas TMMD ke-129 yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan pendidikan keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi Satgas TMMD yang telah menunjukkan dedikasinya kepada masyarakat. Tidak hanya membangun sumur bor dan MCK untuk kebutuhan santri dan jamaah di komplek dayah, tetapi juga membangun tempat wuduk bagi masyarakat di Komplek Meunasah. Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan ibadah, pengajian dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta santri,” ungkapnya.

Dengan rampungnya tempat wudul tersebut, masyarakat kini memiliki fasilitas yang lebih layak untuk menunjang aktivitas ibadah sehari-hari. Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan dapat memperlancar kegiatan pengajian dan aktivitas keagamaan lainnya yang berlangsung di lingkungan meunasah.

Pembangunan tempat wuduk ini menjadi salah satu bukti bahwa sasaran TMMD kr 129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan sederhana namun vital yang langsung dirasakan masyarakat.

Bagi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, penyelesaian fasilitas tersebut menjadi bagian dari capaian program yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi warga setempat.

Lima Unit Kandang Ayam Petelur dan Kolam Lele TMMD ke-129 Rampung 100 Persen, Siap Dukung Kemandirian Pangan Warga

 

Pidie – Tak hanya mengejar penyelesaian sasaran fisik utama, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie juga memastikan program tambahan yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kemandiu pangan masyarakat dapat diselesaikan. 

Bertempag dilokasi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Senin (10/8/2026).

Pembangunan tersebut kini telah rampung dan siap difungsikan oleh para penerima manfaat. Sebanyak lima unit kandang ayam petelur dan kolam ikan lele telah selesai dibangun dan masing-masing diperuntukkan bagi lima penerima manfaat rehab RTLH.

Tidak berhenti pada pembangunan sarana, Satgas TMMD ke-129 juga menyiapkan ayam petelur dan bibit ikan lele untuk mengisi masing-masing unit. Langkah ini dilakukan agar fasilitas yang dibangun dapat langsung dimanfaatkan dan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan keluarga penerima manfaat.

Kepala Tukang Satgas TMMD ke-129, Serma Andi, mengatakan seluruh unit telah diselesaikan melalui proses pengerjaan yang melibatkan personel Satgas bersama masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, lima unit kandang ayam petelur dan kolam lele sudah rampung. Penyelesaian ini berkat kerja sama, semangat dan dukungan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat langsung dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masing-masing penerima manfaat,” ujar Serma Andi.

Dari sisi pelaksanaan, pembangunan kandang dan kolam tersebut merupakan bagian dari pendekatan personel TMMD yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memberikan stimulus ekonomi produktif kepada masyarakat.

Kombinasi usaha ayam petelur dan budidaya ikan lele dipilih karena relatif mudah dikembangkan di lingkungan rumah serta memiliki potensi menghasilkan sumber pangan bagi keluarga. Hasilnya juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila produksi nantinya berkembang dan sebagian dapat dipasarkan.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor pendukung penyelesaian sasaran tambahan tersebut. Semangat gotong royong antara personel Satgas dan warga membuat pekerjaan dapat diselesaikan secara bersama-sama, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya akan dikelola oleh penerima manfaat.

Dengan rampungnya lima unit kandang ayam petelur dan kolam lele beserta isinya, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie telah menyiapkan sarana sekaligus modal awal bagi penerima manfaat untuk mulai mengembangkan kegiatan ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.

Sasaran tambahan ini diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan fisik. Lebih jauh, keberadaannya menjadi titik awal bagi keluarga penerima manfaat untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri, meningkatkan kemandirian dan secara bertahap membuka peluang tambahan pendapatan keluarga.

Melalui pendekatan tersebut, TMMD ke-129 tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan berupa rumah yang lebih layak, tetapi juga mendorong agar penerima manfaat memiliki sumber pangan produktif yang dapat terus dikembangkan setelah program TMMD berakhir.

Finishing: Tim Teknisi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Pasang Instalasi Listrik di Lokasi MCK

 

Pidie – Menjelang penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0102/Pidie terus mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik di lapangan. Salah satu tahapan penting yang kini dikerjakan adalah pemasangan instalasi listrik pada fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Senin (10/8/2026).

Pemasangan instalasi listrik menjadi bagian penting dalam tahap finishing pembangunan MCK. Setelah pekerjaan konstruksi utama rampung, Satgas kini melengkapi fasilitas tersebut dengan instalasi penerangan agar MCK dapat digunakan secara lebih maksimal, aman dan nyaman oleh masyarakat.

Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh Pelda Dedi Mulyono bersama tim teknisi Satgas TMMD. Prosesnya meliputi penarikan kabel, pemasangan saklar serta lampu pada beberapa bagian MCK.

Meskipun terlihat sebagai pekerjaan pelengkap, pemasangan instalasi listrik menjadi bagian penting sebelum fasilitas dinyatakan siap digunakan. Karena itu, tim teknisi tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian, tetapi juga memastikan setiap sambungan dan komponen terpasang dengan baik serta memperhatikan aspek keselamatan, mengingat instalasi berada pada fasilitas yang menggunakan air.

Pelda Dedi Mulyono mengatakan, pemasangan instalasi listrik merupakan salah satu pekerjaan akhir yang menentukan kesiapan MCK sebelum diserahkan dan dimanfaatkan masyarakat.“Ini merupakan bagian dari finishing. Kami melengkapi MCK dengan penerangan agar masyarakat dapat menggunakannya dengan lebih nyaman, termasuk pada malam hari. Yang paling utama, instalasi harus aman dan dipastikan berfungsi dengan baik,” ujar Pelda Dedi Mulyono.

Proses pemasangan dilakukan secara bertahap. Setelah kabel dan komponen listrik terpasang, tim teknisi melakukan pengecekan terhadap sambungan, saklar dan lampu untuk memastikan seluruh instalasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Percepatan pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD mengejar penyelesaian sasaran fisik menjelang penutupan program. Setiap pekerjaan akhir terus dipantau agar tidak hanya memenuhi target penyelesaian, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang siap pakai, aman dan memiliki fungsi yang optimal.

Dengan selesainya pemasangan instalasi listrik, MCK umum tersebut semakin mendekati tahap akhir penyelesaian. Penerangan yang tersedia akan memberikan nilai tambah terhadap fungsi fasilitas, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses MCK pada malam hari.

Bagi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, penyelesaian pekerjaan finishing menjadi bagian penting dari tanggung jawab pembangunan. Detail kecil seperti instalasi listrik menjadi penentu apakah sebuah fasilitas benar-benar siap digunakan atau sekadar selesai secara fisik. Karena itu, setiap tahapan akhir dikerjakan secara teliti untuk memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lhok Panah.

Jelang Penutupan TMMD ke-129, Satgas Kodim 0102/Pidie Pacu Finishing Lima Titik MCK dan Sumur Bor

 

Pidie – Menjelang penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0102/Pidie terus melakukan percepatan terhadap sasaran fisik yang masih dalam tahap penyelesaian. Salah satu sasaran yang menjadi prioritas adalah pembangunan lima titik Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor di wilayah Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Senin 10/08/2026

Memasuki fase akhir pelaksanaan, pekerjaan pembangunan sarana sanitasi dan air bersih tersebut telah berada pada tahap finishing. Satgas bersama masyarakat terus mengejar penyelesaian pekerjaan secara terukur dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi, fungsi bangunan dan ketepatan waktu sebagai bagian dari evaluasi akhir pelaksanaan TMMD ke-129.

Dari sisi capaian, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan dan saat ini difokuskan pada penyempurnaan bagian bangunan, termasuk pekerjaan finishing dan memastikan fasilitas dapat berfungsi sebagaimana peruntukannya.

Namun, percepatan di lapangan tidak berarti mengabaikan kualitas. Satgas tetap melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan pekerjaan agar penyelesaian sasaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fisik 100 persen, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang layak, kokoh dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Kendala di lapangan berupa keterbatasan waktu menjelang penutupan program serta kondisi pekerjaan yang tersebar di beberapa lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas. Untuk mengatasinya, personel melakukan pengaturan tenaga, pembagian tugas dan percepatan pekerjaan secara terkoordinasi. Pekerjaan dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan masyarakat setempat sehingga setiap tahapan dapat dikerjakan secara bersama-sama.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan percepatan dilakukan dengan tetap menempatkan kualitas sebagai prioritas.

“Kami terus memacu pekerjaan karena waktu pelaksanaan semakin dekat dengan penutupan TMMD. Namun, kami tidak ingin hanya mengejar selesai. Setiap pekerjaan tetap kami awasi agar hasilnya memenuhi standar dan benar-benar bisa digunakan serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Warga tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi turut bergotong royong membantu personel Satgas menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

"Semangat gotong royong masyarakat sangat membantu. Ini juga yang menjadi salah satu tujuan TMMD, yaitu membangun fasilitas sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat" tambahnya.

Dari sisi manfaat, pembangunan MCK dan sumur bor diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap sanitasi dan air bersih. Fasilitas tersebut nantinya dapat menunjang aktivitas warga di sejumlah lokasi, termasuk kegiatan ibadah, aktivitas pendidikan keagamaan di lingkungan dayah, kegiatan di meunasah serta aktivitas masyarakat di kawasan tempat pemakaman umum (TPU).

Keberadaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang lebih layak diharapkan dapat mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang terbatas serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Dengan memasuki tahap finishing, Satgas TMMD Kodim 0102/Pidie kini memusatkan perhatian pada penyelesaian bagian-bagian akhir serta pemeriksaan hasil pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sasaran fisik dapat dituntaskan secara optimal sebelum program TMMD ke-129 resmi ditutup.

Pembangunan lima titik MCK dan sumur bor pada akhirnya bukan sekadar pencapaian angka dalam laporan progres. Sasaran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan setelah program TMMD berakhir.

Sabtu, 08 Agustus 2026

TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Rampungkan Tempat Wuduk, Lengkapi Fasilitas Sumur Bor dan MCK di Lhok Panah

 

Pidie habainfoterkini.net– Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie kembali menuntaskan salah satu sasaran fisik pendukung yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan tempat wuduk di lokasi sumur bor dan MCK sasaran 2 telah rampung dikerjakan di Kompleks Meunasah Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Minggu (09/08/2026).

Pembangunan tempat wuduk tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD dalam melengkapi fasilitas pendukung sarana air bersih yang sebelumnya telah dibangun. Keberadaan sumur bor di lokasi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ibadah di lingkungan meunasah.

Dengan rampungnya tempat wuduk, masyarakat kini memiliki fasilitas yang lebih dan nyaman untuk digunakan, khususnya dalam untuk menunjang kegiatan ibadah sehari-hari.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, yang mengawasi sumur bor Kapten Czi Putut Arianto mengatakan penyelesaian tempat wudu merupakan bagian dari rangkaian pembangunan fasilitas yang saling mendukung.

“Tempat wuduk ini kita bangun untuk melengkapi fasilitas sumur bor dan MCK yang ada. Harapannya, sarana yang dibangun Satgas TMMD benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke 129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa setiap sasaran pembangunan dalam program TMMD diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

“TMMD ini harus menghadirkan fasilitas yang dibangun dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sumur bor, MCK dan tempat wuduk ini merupakan fasilitas yang sangat mendukung kebutuhan air bersih, kebersihan lingkungan serta aktivitas ibadah masyarakat,” jelasnya.

Rampungnya pembangunan tempat wuduk tersebut menjadi salah satu bukti progres pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang terus dikebut Satgas. Setiap sasaran dikerjakan dengan semangat gotong royong dan mengutamakan kualitas agar hasil pembangunan dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Melalui pembangunan fasilitas dasar tersebut, TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat Desa Lhok Panah dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Rumah Tak Layak Huni Menuju Keluarga Mandiri, TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Siapkan Kolam Lele dan Kandang Ayam Petelur

 

Pidie habainfoterkini.net– Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie terus memperluas manfaat program pembangunan melalui sasaran tambahan yang menyentuh langsung kebutuhan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan membangun kolam budidaya ikan lele dan kandang ayam petelur di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Minggu (09/08/2026).

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan di sekitar rumah agar lebih produktif. Kolam lele dan kandang ayam petelur nantinya akan diserahkan kepada warga penerima manfaat Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk dikelola secara berkelanjutan.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Inf Samsul Bahri, mengatakan pembangunan kolam lele dan kandang ayam petelur merupakan bagian dari sasaran tambahan yang bertujuan mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.

“Kolam lele dan kandang ayam petelur ini kita bangun sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Lahan yang ada di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, sehingga tidak hanya menjadi lahan kosong, tetapi dapat menghasilkan pangan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Dansatgas  TMMD ke -129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa sasaran tambahan tersebut merupakan bagian dari upaya TMMD dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat, khususnya bagi warga yang menjadi penerima manfaat RTLH.

“Ini merupakan sasaran tambahan TMMD yang kita arahkan sebagai edukasi kepada masyarakat agar mampu mengelola lahan di sekitar tempat tinggalnya menjadi lebih produktif. Kolam lele dan kandang ayam petelur ini nantinya kita serahkan kepada penerima manfaat RTLH untuk dikelola dan dikembangkan secara mandiri,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.

Menurutnya, pembangunan fisik rumah harus diikuti dengan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

“Harapan kita, bantuan ini tidak berhenti pada pembangunan fisiknya saja. Penerima manfaat dapat merawat, mengelola dan mengembangkannya sehingga ke depan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bahkan jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber tambahan pendapatan,” tambahnya.

Dansatgas menambahkan, pemanfaatan lahan secara produktif merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

Melalui program tersebut, TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya membangun sarana dan prasarana desa, tetapi juga berupaya meninggalkan manfaat yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah pelaksanaan TMMD berakhir.

Kolam lele dan kandang ayam petelur yang dibangun diharapkan menjadi modal awal bagi penerima manfaat RTLH untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan lahan sekitar sebagai sumber pangan dan peningkatan kesejahteraan.

Tak Kenal Hari Libur, Satgas TMMD ke-129 Pasang Tower dan Tandon Air di Dayah Lhok Panah

 

Pidie habainfoterkini.net– Tak mengenal hari libur, semangat gotong royong dan kerja keras Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0102/Pidie terus berlanjut. Memasuki akhir pekan, personel Satgas tetap berjibaku menyelesaikan berbagai sasaran fisik TMMD di wilayah Kabupaten Pidie.

Minggu (9/8/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan pemasangan tandon air sekaligus pengecoran menara tandon air di Kompleks Dayah Balul Ula Al Munawarah, Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan bahwa pekerjaan saat ini telah memasuki tahapan pemasangan tandon air dan pengecoran menara sebagai bagian dari penyelesaian fasilitas pendukung kebutuhan air di lingkungan dayah.

“Pekerjaan sudah memasuki tahap pemasangan tandon air dan pengecoran menara tandon. Personel Satgas bersama masyarakat terus bekerja secara bergotong royong agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan nantinya segera dimanfaatkan,” ujar Kapten Czi Putut Arianto.

Ia menambahkan, pekerjaan tetap dilakukan dengan memperhatikan ketelitian dan kekuatan konstruksi, mengingat menara tersebut akan menjadi penopang tandon air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan dayah.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan. Meskipun bertepatan dengan hari libur, aktivitas pembangunan tetap berjalan sebagai wujud komitmen Satgas TMMD untuk menyelesaikan sasaran fisik yang telah diprogramkan.

Pembangunan fasilitas air tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dan masyarakat sekitar, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan dayah yang lebih layak dan memiliki fasilitas penunjang yang memadai.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0102/Pidie terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

MCK Dayah Blang Cot Capai 85 Persen, Satgas TMMD ke-129 Kebut Pemasangan Septic Tank

 

Pidie habainfoterkini.net– Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0102/Pidie terus mempercepat pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kompleks Dayah Istiqamatuddin Babul Ma'rif Darul Mukhlisin, Desa Blang Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Memasuki tahapan pemasangan septic tank, personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus bekerja menyelesaikan setiap bagian pembangunan. Hingga Minggu (9/8/2026), progres pembangunan MCK tersebut telah mencapai 85 persen.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Kapten Czi Putut Arianto mengatakan, pemasangan septic tank menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian fasilitas sanitasi tersebut.

“Progres pembangunan MCK saat ini sudah mencapai 85 persen. Kami terus mempercepat pengerjaan, termasuk pemasangan septic tank, agar seluruh sasaran dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh para santri serta masyarakat di lingkungan dayah,” ujar Kapten Czi Putut Arianto.

Menurutnya, percepatan pekerjaan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan ketepatan setiap tahapan, sehingga fasilitas MCK yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pembangunan MCK ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie yang diarahkan untuk mendukung tersedianya fasilitas sanitasi yang layak sekaligus mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan dayah dan masyarakat.

Semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat terus menjadi kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, pembangunan MCK tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum nantinya dapat dimanfaatkan.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-129, Kodim 0102/Pidie terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tengah Cuaca Panas dan Ancaman Karhutla, Kodim 0102/Pidie Gelar Salat Istisqa, Memohon Turunnya Hujan

  Pidie — Di tengah kondisi cuaca yang panas dan kekhawatiran terhadap meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), personel ...